1000 Hari yang Menentukan Segalanya: Kemenkes Resmikan Konsorsium Nasional untuk Percepat Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, H.E. Olivier Zehnder, Duta Besar Swiss, bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, Maria Endang Sumiwi, Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas, Mamadou Ndiaye, UNICEF Chief of Nutrition, dr. Anung, Koordinator Konsorsium, Toro Sudarmadi, Executive Director RBF melakukan seremoni peresmian melalui penekanan tombol secara simbolis di Auditorium Siwabessi, Kementerian Kesehatan pada Selasa (28/04/2026).Jakarta, 28 April 2026 — 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terdiri dari 270 hari kehamilan ditambah 730 hari pertama kehidupan anak. 1000 HPK bukan sekadar hitungan waktu, melainkan masa emas yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak hingga dewasa. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menjamin keselamatan ibu dan kualitas hidup anak pada periode ini.
“Kita harus mengejar angka yang signifikan karena ini menyangkut nyawa manusia, bukan sekadar statistik: Kematian Ibu: Menurunkan dari 4.000 menjadi di bawah 400 kasus. Kematian Bayi: Menurunkan dari 30.000 menjadi di bawah 3.000 kasus. Prevalensi Stunting: Menurunkan dari 19% ke bawah 7% dalam satu tahun ke depan.” ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.
Berbagai indikator menunjukkan tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih signifikan di Indonesia. Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat 140 per 100.000 kelahiran hidup (UN-ICME, 2023), sementara kematian bayi mencapai 17 per 1.000 kelahiran hidup (UN-ICME, 2023), dengan lebih dari separuh terjadi pada masa neonatal. Di saat yang sama, 19,8% balita mengalami stunting (SSGI, 2024) dan 2,52% berisiko mengalami gangguan perkembangan (Komdat, 2025). Data ini menegaskan urgensi penguatan intervensi sejak dini, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Selama ini, upaya lintas sektor dalam 1000 HPK masih berjalan terpisah dan belum terintegrasi, sehingga dampaknya belum maksimal bagi kesehatan nasional. Fragmentasi program, tumpang tindih intervensi, dan lemahnya integrasi data menjadi tantangan utama. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Kesehatan RI meluncurkan Konsorsium 1000 HPK sebagai platform koordinasi nasional yang menyatukan pemerintah, mitra internasional, sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarkat sipil (CSO) dalam satu arah, satu sistem pemantauan, serta satu akuntabilitas bersama.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan didukung Yayasan Rabu Biru Indonesia (Rabu Biru Foundation) sebagai Sekretariat Konsorsium 1000 HPK. Sekretariat ini bertugas sebagai motor penggerak untuk:
Mengintegrasikan berbagai inisiatif lintas sektor ke dalam satu sistem pemantauan dan akuntabilitas bersama.
Mengelola koordinasi operasional di empat Kelompok Kerja (Pokja) yang mencakup seluruh siklus 1000 HPK, mulai dari kesehatan sebelum hamil hingga fasilitas pelayanan kesehatan.
Memastikan kontribusi para mitra, baik swasta, akademisi, maupun CSO, tetap selaras dengan target RPJMN 2025–2029 dan berorientasi pada pencapaian Indonesia Emas 2045.
“Sebagai Sekertariat Konsorsium, Rabu Biru Foundation berkomitmen mendukung Kementerian Kesehatan dalam mensinergikan koordinasi lintas sektor agar berjalan satu arah dan terukur di setiap tahapan 1000 HPK.” ujar Direktur Eksekutif RBF, Toro Sudarmadi.
Komitmen tersebut menjadi fondasi penting peluncuran Konsorsium Nasional 1000 HPK menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sekaligus memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan awal kehidupan yang optimal.
Tentang Konsorsium 1000 HPK
Platform koordinasi lintas sektor di bawah Kemenkes RI (2026–2029) yang menyelaraskan kontribusi pemerintah, mitra internasional, swasta, akademisi, dan CSO dalam intervensi 1000 HPK, berorientasi pada Indonesia Emas 2045.
Tentang Rabu Biru Foundation
Rabu Biru Foundation, yang didirikan pada tahun 2024, adalah organisasi nirlaba yang berperan sebagai katalisator kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kesehatan, gizi, dan ketahanan pangan, serta menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi di tingkat komunitas di seluruh Indonesia
Berita ini disiapkan oleh Rabu Biru Foundation
Media Contact: Syafira - 081311337308
Email: info@rabubirufoundation.org